Rabu, 04 April 2012

RALAT HASIL SOSIALISASI APLIKASI 
"NILAI SEKOLAH UN 2012"

Setelah berkonsultasi dengan Bidang Bina Program Dikdas Kab. Bantul, perlu disampaikan bahwa :

-  Sekolah dipersilahkan entry nilai baik dengan Aplikasi langsung atau dengan import 
    file,
-  Sekolah yang melakukan entry nilai langsung dengan Aplikasi, softcopy yang dikirim adalah 
    file-file yang terdapat di dalam folder DAPODIK (dengan format file: excel) dan US (dengan  
    format file: dbf),
-  Sekolah yang melakukan entry nilai dengan import file, softcopy yang dikirim adalah file-file 
    yang terdapat di dalam folder DAPODIK dan US (dengan format file: dbf dan excel)
“SOLUSI AGAR DAPAT MENAMPILKAN PRINT PREVIEW”
(YANG BERMASALAH)
-  Klik Start
-  Klik All Programs
-  Klik Accessories
 
Klik kanan Commant Prompt

-  Klik Run as administrator

-  Muncul Administrator Command Propt

-  Ketik:        REGSVR32 c:\temp\bar2d.dll
-  tekan enter
-  Muncul :  Dllregisterserver in c:\temp\bar2d.dll succeeded
 -  Klik OK
APLIKASI NILAI SEKOLAH UN 2012


PETUNJUK UMUM:

1.    Nilai yang dientri adalah nilai raport yang sudah final, yaitu nilai yang biasanya ditulis
        dalam buku raport dan nilai ujian sekolah (US) yang dilakukan sebelum UN.
2.    Nilai Mulok tidak dimasukkan
3.    Nilai yang dientrikan adalah rentang angka dari 0,00 sampai dengan 10,00. Jika nilai
        dalam skala 100, maka dikonversi (dibagi 10) dahulu untuk dijadikan skala 10
4.    Nilai yang dientrikan boleh menggunakan tanda '.' (titik) atau ',' (koma) dalam desimal.
5.    Isian nilai BERDASARKAN NOMOR PESERTA UN harus mengacu pada DNT dan Kartu Ujian yang sudah dibagikan kepada siswa.
6.    Peng-entrian Nilai ke software dapat dilakukan oleh Sekolah/Rayon/Propinsi.
7.    Isi cetakan nilai adalah tanggung jawab Kepala Sekolah.
8.    Jika terjadi perbedaan antara isi nilai antara file dan cetakan, maka yang berlaku  
       adalah isian nilai pada hasil cetakan yang sudah ditandatangani dan distempel 
       sekolah.


MENCETAK LAPORAN:
1.   Setelah selesai mengentrykan nilai, kemudian anda ke menu Cetak, submenu Daftar Nilai,
      kemudian pilih Rayon & Sekolah yang sesuai dengan sekolah anda.
2.   Pada pilihan Daftar Nilai ini anda bisa mencetak hasil entryan anda, jika
      anda memilih Blangko Kosong anda bisa mencetak format nilai yang kosong untuk diisi 
      manual emudian meng-entrikan melalui software.
3.   Printer yang dianjurkan adalah printer Laserjet.
4.   Hasil cetakan diperiksa lagi apakah masih ada yang salah. Jika masih ada, perbaiki lagi sampai benar, jika sudah benar hasil cetakan diparaf / ditanda tangani Kepala Sekolah dan di Stempel.
                              
                              

DATA YANG DIKIRIM:
1.   Sekolah mengirim file (soft copy) hasil entryan untuk diserahkan bersama print out yang sudah ditandatangani Kepala Sekolah dan distempel Sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.
2.   File yang harus di copy/backup adalah file Nilai yang sudah dalam bentuk DBF pada folder US, dan file isian dapodik sekolah di folder DAPODIK dalam bentuk Excel.
3.   Propinsi mengirim file hasil entrian US dan Dapodik (soft copy) ke Puspendik.
      Cetakan Nilai yang telah ditandatangani/stempel Kepala Sekolah disimpan di Propinsi

Senin, 21 Juni 2010

Administrasi Penjas/Penjasorkes/PJOK SD

Tunggu sobat-ku...! segera akan saya siapkan silabus, rpp, beserta administrasi Penjas/Penjasorkes/PJOK SD
sekedar untuk sharring/bertukar data,
kita berpikir sendiri, berbuat sendiri, berupaya sendiri, untuk kita sendiri.

Selamat berkarya sobat-sobatku...!

UASBN 2010
Ekspektaksi para pemegang kebijakan terasa sekali dipaksakan.
Tidak juga lebih maju dari UASBN tahun lalu; semakin menumpuk permasalahan.
Penyelenggara pendidikan di sekolah memang tidak semua menjadi pakar dalam penyusunan kebijakan nasional pendidikan, setidaknya ada wakil yang duduk bersama guna merancang sebuah kebijakan. Dan sang Wakil juga benar-benar wakil, tidak mengalir dalam derasnya ekspektaksi tersebut.
Bila penyusunan soal, scanning LJK, penyelenggaraan, banyak terjadi kesalahan sebenarnya hanya merupakan wujud penolakan dari bawahan, mereka bekerja setengah hati karena sebenarnya merekan tak menginginkan UASBN

Ujian Sekolah Praktik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
PJOK oh.... PJOK.... tidak kunjung reda permasalahan menimpamu,
Belum pula terketuk hati sang pemimpin-mu.
Keluh kesah yang semakin susah untuk disuarakan. Setidaknya ini sangat dirasakan oleh daerah pinggiran bahkan pegunungan seperti kami.
Sarana prasaran semakin jarang, pembimbing semakin meninggalkan kami, perhatian semakin luntur...
Standar Kompetensi Lulusan (PJOK) tidak diserta petunjuk secara lengkap, maka menimbulkan keberagaman persepsi (tidak salah bila ada Pengawas Sekolah bertanya: "Mengapa ujian praktik PJOK hanya begitu ? Materi ujiannya 'kan banyak kenapa tidak diujikan semua ?"
Kompleksitas permasalahan yang terkandung dalam pertanyaan dan jawaban yang harus di sampaikan sangat tinggi. Lagi-lagi hal ini merambah ke dalam ranah sistem pendidikan; mulai level nasional, propinsi, kabupaten, kecamatan, dan pada sekolah sendiri.
Susah untuk mulai dari mana agar PJOK segera beranjak dari carut-marut permasalahan ini.
Akumulasi dari berbagai kondisi tersebut berujung pada ketidakpercayaan terhadap Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
Tetapi sudahlah kita berupaya sendiri, berfikir sendiri, bekerja sendiri...
Satu hal yang utama dan pertama agar anak-anak kita tetap ceria-gembira, tetap bermain, tetap ada yang namanya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; kita lupakan apa itu profesi karena juga tidak pernah disentuh oleh-"nya".

UJIAN SEKOLAH PRAKTIK PENJAS / PENJASORKES / PJOK TAHUN 2010

Minggu, 20 Juni 2010

Prestasi Siswa

Setia Budhi Sampurna
Anak yang tekun berasal dari desa Temuwuh yang bersemangat belajar di SD 1 Terong;
dengan ketekunan dalam belajar di bawah bimbingan Bp/Ibu Guru, serta di dukung dengan rajin berolahraga/bermain menjadikannya sebagai Juara II Cipta Kerajinan Tangan, dan tak kalah hebatnya sebagai Juara I Lomba MIPA Kabupaten Bantul untuk kategori Teknologi.
Sedang menjalani karantina beberapa minggu di Propinsi D.I.Y. untuk mencapai cita-citanya sebagai wakil Propinsi D.I.Y. untuk maju lomba MIPA tingkat Nasional.
Mohon do'a restu semua pihak !
Semoga tercapai apa yang menjadi pengharapannya. Amiin...!




Meydi Ananda Apriyanto Saputra dan Kharits Jati Pamungkas

Kharits Jati Pamungkas
Putra SD 1 Terong juga, telah mengikuti jejak kakak kelasnya dengan perjuangan gigih serta dukungan penuh keluarga, telah mengharumkan nama sekolah, Kecamatan Dlingo, dan Kabupaten Bantul dalam partisipasinya sebagai Tim Inti Dokter Kecil Kabupaten Bantul Tahun 2009.
Sebagai Tim Juara I Dokter Kecil Tingkat Propinsi benar-benar sebagai wujud betapa tinggi asa mereka, betapa besar semangat mereka

Meydi Ananda Apriyanto Saputra
Putra SD 1 Terong yang telah menggoreskan prestasi pada 2008; sebagai Dokter Kecil peringkat III Kabupaten dan sebagai Tim Juara II Propinsi telah membanggakan para Pembina Pendidikan Dasar di Kecamatan Dlingo

Minggu, 11 Januari 2009

kisi-kisi soal Penjas

Kisi-kisi soal penjas Kartu soal penjas Soal penjas
Menyusun kisi-kisi soal penjas dalam rangka Ujian Akhir Sekolah biasa dilakukan sekali dan dapat dipergunakan untuk selamanya.
Inilah gambaran ketidakdinamisan Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan (PJOK).
Penyelenggaraan PJOK dikatakan monoton (itu-itu saja) ....
apa betul begitu ?
Kita alihkan perhatian ke kawasan Yogyakarta selatan, tepatnya Kabupaten Bantul.
Para pemerhati pendidikan beserta para pendidik (tentunya termasuk guru PJOK) tengah giat menata diri dan sekaligus pengembangan diri dengan satu "gawe" penyusunan kurikulum berbasis Muatan Lokan, Hak-hak Anak, dan Mitigasi Bencana.
Sedikit bocoran bahwa dalam "gawe" tersebut para peserta berupaya membedah kurikulum dan memasukkan unsur-unsur/nilai-nilai lokal, hak-hak anak, dan mitigasi bencana ke dalam kurikulum yang baru.
Tentunya menjadi sangat menarik karena guru-guru PJOK terbilang lebih dulu memasukkan unsur-unsur tersebut ke dalam proses pembelajaran sebelum proyek ini dimulai.
Suatu harapan agar PJOK menjadi dinamis (mengikuti perkembangan jaman) dengan tidak meninggalkan nilai-nilai lokal.
Selamat bekerja, semoga menjadi awal yang baik bagi PJOK !
Aamin ...!
Tembang lan dolanan Dolanan