Perbedaan persepsi terhadap matapelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehtan) di sekolah cenderung disebabkan oleh rendahnya kepercayaan terhadap kontribusi/pengaruh PJOK terhadap kualitas peserta didik.Hal itu berawal dari bangunan sistem yang ada di dalam PJOK itu sendiri (mulai dari guru, kebijakan pihak-pihak terkait, metode, sarana-prasaran, maupun kurikulum).
Guru sebagi central, menanggung beban akibat carut-marut problematika tersebut.
(Selamat berjuang, nasib PJOK ada di tangan kita...!)