Senin, 21 Juni 2010

Administrasi Penjas/Penjasorkes/PJOK SD

Tunggu sobat-ku...! segera akan saya siapkan silabus, rpp, beserta administrasi Penjas/Penjasorkes/PJOK SD
sekedar untuk sharring/bertukar data,
kita berpikir sendiri, berbuat sendiri, berupaya sendiri, untuk kita sendiri.

Selamat berkarya sobat-sobatku...!

UASBN 2010
Ekspektaksi para pemegang kebijakan terasa sekali dipaksakan.
Tidak juga lebih maju dari UASBN tahun lalu; semakin menumpuk permasalahan.
Penyelenggara pendidikan di sekolah memang tidak semua menjadi pakar dalam penyusunan kebijakan nasional pendidikan, setidaknya ada wakil yang duduk bersama guna merancang sebuah kebijakan. Dan sang Wakil juga benar-benar wakil, tidak mengalir dalam derasnya ekspektaksi tersebut.
Bila penyusunan soal, scanning LJK, penyelenggaraan, banyak terjadi kesalahan sebenarnya hanya merupakan wujud penolakan dari bawahan, mereka bekerja setengah hati karena sebenarnya merekan tak menginginkan UASBN

Ujian Sekolah Praktik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
PJOK oh.... PJOK.... tidak kunjung reda permasalahan menimpamu,
Belum pula terketuk hati sang pemimpin-mu.
Keluh kesah yang semakin susah untuk disuarakan. Setidaknya ini sangat dirasakan oleh daerah pinggiran bahkan pegunungan seperti kami.
Sarana prasaran semakin jarang, pembimbing semakin meninggalkan kami, perhatian semakin luntur...
Standar Kompetensi Lulusan (PJOK) tidak diserta petunjuk secara lengkap, maka menimbulkan keberagaman persepsi (tidak salah bila ada Pengawas Sekolah bertanya: "Mengapa ujian praktik PJOK hanya begitu ? Materi ujiannya 'kan banyak kenapa tidak diujikan semua ?"
Kompleksitas permasalahan yang terkandung dalam pertanyaan dan jawaban yang harus di sampaikan sangat tinggi. Lagi-lagi hal ini merambah ke dalam ranah sistem pendidikan; mulai level nasional, propinsi, kabupaten, kecamatan, dan pada sekolah sendiri.
Susah untuk mulai dari mana agar PJOK segera beranjak dari carut-marut permasalahan ini.
Akumulasi dari berbagai kondisi tersebut berujung pada ketidakpercayaan terhadap Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
Tetapi sudahlah kita berupaya sendiri, berfikir sendiri, bekerja sendiri...
Satu hal yang utama dan pertama agar anak-anak kita tetap ceria-gembira, tetap bermain, tetap ada yang namanya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; kita lupakan apa itu profesi karena juga tidak pernah disentuh oleh-"nya".

UJIAN SEKOLAH PRAKTIK PENJAS / PENJASORKES / PJOK TAHUN 2010

Minggu, 20 Juni 2010

Prestasi Siswa

Setia Budhi Sampurna
Anak yang tekun berasal dari desa Temuwuh yang bersemangat belajar di SD 1 Terong;
dengan ketekunan dalam belajar di bawah bimbingan Bp/Ibu Guru, serta di dukung dengan rajin berolahraga/bermain menjadikannya sebagai Juara II Cipta Kerajinan Tangan, dan tak kalah hebatnya sebagai Juara I Lomba MIPA Kabupaten Bantul untuk kategori Teknologi.
Sedang menjalani karantina beberapa minggu di Propinsi D.I.Y. untuk mencapai cita-citanya sebagai wakil Propinsi D.I.Y. untuk maju lomba MIPA tingkat Nasional.
Mohon do'a restu semua pihak !
Semoga tercapai apa yang menjadi pengharapannya. Amiin...!




Meydi Ananda Apriyanto Saputra dan Kharits Jati Pamungkas

Kharits Jati Pamungkas
Putra SD 1 Terong juga, telah mengikuti jejak kakak kelasnya dengan perjuangan gigih serta dukungan penuh keluarga, telah mengharumkan nama sekolah, Kecamatan Dlingo, dan Kabupaten Bantul dalam partisipasinya sebagai Tim Inti Dokter Kecil Kabupaten Bantul Tahun 2009.
Sebagai Tim Juara I Dokter Kecil Tingkat Propinsi benar-benar sebagai wujud betapa tinggi asa mereka, betapa besar semangat mereka

Meydi Ananda Apriyanto Saputra
Putra SD 1 Terong yang telah menggoreskan prestasi pada 2008; sebagai Dokter Kecil peringkat III Kabupaten dan sebagai Tim Juara II Propinsi telah membanggakan para Pembina Pendidikan Dasar di Kecamatan Dlingo