Ekspektaksi para pemegang kebijakan terasa sekali dipaksakan.
Tidak juga lebih maju dari UASBN tahun lalu; semakin menumpuk permasalahan.
Penyelenggara pendidikan di sekolah memang tidak semua menjadi pakar dalam penyusunan kebijakan nasional pendidikan, setidaknya ada wakil yang duduk bersama guna merancang sebuah kebijakan. Dan sang Wakil juga benar-benar wakil, tidak mengalir dalam derasnya ekspektaksi tersebut.
Bila penyusunan soal, scanning LJK, penyelenggaraan, banyak terjadi kesalahan sebenarnya hanya merupakan wujud penolakan dari bawahan, mereka bekerja setengah hati karena sebenarnya merekan tak menginginkan UASBN
Ujian Sekolah Praktik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
PJOK oh.... PJOK.... tidak kunjung reda permasalahan menimpamu,
Belum pula terketuk hati sang pemimpin-mu.
Keluh kesah yang semakin susah untuk disuarakan. Setidaknya ini sangat dirasakan oleh daerah pinggiran bahkan pegunungan seperti kami.
Sarana prasaran semakin jarang, pembimbing semakin meninggalkan kami, perhatian semakin luntur...
Standar Kompetensi Lulusan (PJOK) tidak diserta petunjuk secara lengkap, maka menimbulkan keberagaman persepsi (tidak salah bila ada Pengawas Sekolah bertanya: "Mengapa ujian praktik PJOK hanya begitu ? Materi ujiannya 'kan banyak kenapa tidak diujikan semua ?"
Kompleksitas permasalahan yang terkandung dalam pertanyaan dan jawaban yang harus di sampaikan sangat tinggi. Lagi-lagi hal ini merambah ke dalam ranah sistem pendidikan; mulai level nasional, propinsi, kabupaten, kecamatan, dan pada sekolah sendiri.
Susah untuk mulai dari mana agar PJOK segera beranjak dari carut-marut permasalahan ini.
Akumulasi dari berbagai kondisi tersebut berujung pada ketidakpercayaan terhadap Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
Tetapi sudahlah kita berupaya sendiri, berfikir sendiri, bekerja sendiri...
Satu hal yang utama dan pertama agar anak-anak kita tetap ceria-gembira, tetap bermain, tetap ada yang namanya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; kita lupakan apa itu profesi karena juga tidak pernah disentuh oleh-"nya".
UJIAN SEKOLAH PRAKTIK PENJAS / PENJASORKES / PJOK TAHUN 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar